DAFTAR PRAKTIKUM LABORATORIUM FISIKA

  1. Praktikum mekanika
  2. Praktikum Optik
  3. Praktikum Listrik
  4. Praktikum kalor

 

PROSEDUR DAN TATA TERTIB PRAKTIKUM FISIKA

  1. Seluruh percobaan (experiment) praktikum fisika dikelompokkan dalam 4 (empat) kelompok, yaitu :
    • Kelompok Mekanika dengan kode M
    • Kelompok Kalor atau Panas dengan kode P
    • Kelompok Listrik dan Magnit dengan kode L
    • Kelompok Optika dengan kode O
  2. Sebelum melakukan praktikum, praktikan / mahasiswa harus memahami terlebih dahulu teori-teori fisika yang menjadi dasar praktikum. Teori dapat dipelajari dalam buku-buku referensi fisika. Disamping itu harus pula memahami cara perhitungan kesalahan atau galat pada seiap pengukuran besaran-besaran fisika.
  3. Sebelum melakukan percobaan, periksa dan amatilah peralatan yang dipakai, pelajari susunan rakitannya dan cara bekerjanya.
  4. Berhati-hatilah dalam menghubungkan aliran listrik PLN.
  5. Apabila menggunakan alat-alat yang memerlukan aliran listrik misalnya AVO Meter, letakkan jarum penunjuk pada batas ukur (skala) yang terbesar. Kemudian bila penunjukan jarum dirasa masih terlalu kecil sehingga sukar dibaca, barulah dipakai skala dengan batas ukur yang lebih kecil.
  6. Perhatikan apakah alat tersebut untuk mengukur arus / tegangan searah (dc) ataukah untuk mengukur arus / tegangan bolak-balik (ac).
  7. Perhatikan peralatan yang menggunakan sumber arus bolak-balik (ac), telitilah berapa tegangan yang diperlukan 110 Volt atau 220 Volt dan letakan stop-kontak pada colokan yang telah tersedia.
  8. Sebelum melaksanakan percobaan, rakitlah terlebih dahulu sesuai dengan gambar / skema yang ada pada modul percobaan. Hubungkan dengan kabel-kebel sesuai dengan sirkuit yang ada.
  9. Pada percobaan yang menggunakan Galvanometer, terlebih dahulu dipasang tahanan depan secara seri dengan masukan Galvanometer.
  10. Pada percobaan yang menggunakan Thermometer, berhati-hatilah dan jagalah agar batas ukur Thermometer tidak terlampaui.
  11. Pada percobaan Optika yang menggunakan lensa-lensa atau prisma, usahakan agar lensa-lensa atau prisma tersebut terletak pada satu poros optik.
  12. Pada alat-alat yang menggunakan skala Nonius atau Vernier, bacalah garis-garis Nonius secara seksama. Telitilah perbandingannya, yaitu bagian skala Nonius yang sesuai dengan beberapa bagian skala utama atau sebaliknya.
  13. Apabila menghadapi kesukaran atau ketidak-beresan pada alat-alat yang dipakai, segeralah memberitahukan kepada Asisten atau pengawas praktikum.
  14. Setelah melaksanakan percobaan, praktikan wajib membuat Laporan Praktikum sementara, yang berisi data hasil pengukuran yang otentik pada saat percobaan.
  15. Akhirnya setelah satu minggu kemudian, praktikan wajib membuat Laporan Lengkap Praktikum, yang memuat tujuh bagian, yaitu :
    • Tujuan Percobaan / Praktikum
    • Teori-teori dasar yang terkait dengan percobaan
    • Daftar alat-alat yang digunakan
    • Metode praktikum atau cara kerja dan urutannya dalam melakukan praktikum
    • Analisa atau perhitungan yang sesuai dengan rumus-rumus pada percobaan, termasuk perhitungan kesalahan/galat
    • Hasil Perhitungan dan Kesimpulan praktikum, yang berisi ulasan atau penafsiran tentang pelaksanaan dan hasil praktikum yang telah dilakukan.